Bandung · review

Glamping di The Lodge Maribaya

Sesudah merasakan serunya glamping di  Tanakita dan melihat bahwa bocah bocah terlihat bisa menikmati suasana di alam terbuka, maka akhirnya si emak yang impulsif ini memutuskan untuk booking tempat lagi untuk camping.

Kali ini pilihan jatuh ke The Lodge Maribaya .

Booking tenda untuk menginap kami lakukan 2 minggu sebelum tanggal menginap melalui email, setelah mempertimbangkan sepertinya 1 tenda dengan bed double share cukup lah untuk keluarga dengan bocah yang masih mungil mungil ini .

Perjalanan dari Cibubur menuju Bandung cukup lancar di Sabtu pagi, namun karena belum pernah ke daerah Maribaya, sempat salah arah lumayan jauh, padahal sudah berbekal Google Map, karena rupanya petunjuk mengarahkan kami melewati perkampungan dan sinyal hilang di tengah perjalanan hahaha 😆

Tiba di The Lodge Maribaya sekitar pukul 3 sore dan kami bisa langsung check in. The Lodge sendiri tampak sangat penuh pengunjung di sore itu, dan mayoritas ingin mencoba berfoto di Sky Tree yang terdapat di depan restoran The Pines.

Udara sore yang sejuk nampaknya membuat banyak pengujung juga memadati area stall penjual makanan seperti surabi, baso tahu, rujak dan mie koclok.

stall-makanan-the-lodge

Camping groundnya sendiri dibagi menjadi area sunrise dan sunset. Untuk menjaga privasi bagi pengunjung yang menginap, maka area camping ground diberi pagar pembatas.

pintu-masuk-camping-ground

Saat memandang barisan tenda berbentuk mirip bawang berwarna oranye memang tampak kontras dengan hijaunya pepohonan di sekitar.

camping-ground-the-lodge

Ketika masuk ke dalam tenda kami mendapati suasana di dalam tenda yang cukup memadai untuk beristirahat si bunda, bapak dan 2 krucil. Kasurnya cukup nyaman dengan bantal, selimut, handuk bersih dan perlengkapan mandi. Di dalam tenda juga terdapat  colokan untuk mencharge smartphone.

tenda-the-lodge

di-dalam-tenda-the-lodge

Setelah memasukkan barang barang ke dalam tenda, kami mulai melihat sekeliling untuk mencari aktivitas menarik yang bisa dilakukan.

lobby-the-lodge

Si kakak langsung tertarik untuk bermain trampoline yang terdapat di depan tenda.

playing-trampolin

Si bapak istirahat sejenak dan si adik ikut bunda untuk mencari cemilan. Dingin dingin memang paling asik mengisi perut dengan cemilan hahaha 😆

surabi

Kami memesan rujak, bakso dan surabi dari stall makanan di dekat area camping ground. Teh hangat disediakan gratis di loby bagi pengunjung yang menginap.

Pada pukul 6 sore, The Lodge ditutup pagi pengunjung yang tidak menginap. Suasana menjadi sunyi dari riuhnya pengunjung dan diganti dengan munculnya suara suara serangga.

Selesai mandi di kamar mandi yang terletak tidak terlalu jauh dari camping ground dengan air hangat (meskipun menurut saya masih kurang hangat) kami bersiap siap untuk makan malam di Dapur Hawu.

dapur-hawu-the-lodge

Untuk aktivtas malam, tidak ada program khusus seperti di Tanakita yang menyediakan kegiatan trekking malam. Ada sekelompok anak muda yang tampaknya rekan rekan satu kantor dan mereka memesan barbeque untuk dimakan beramai ramai di area dekat loby. Sepertinya memang harus memesan terlebih dahulu bila ingin disiapkan menu barbeque tersebut.

Menu yang disediakan di Dapur Hawu malam itu adalah nasi, ayam goreng, bala bala, sambal dan lalapan.

menu-dinner-dapur-hawu

Karena udara malam cukup dingin kami makan dengan lahap. Setelah makan malam saya memilih untuk masuk ke dalam tenda dan tidur dengan si adik, sementara bapak dan kakak ikut bergabung dengan pengunjung yang ramai duduk di dekat perapian.

Paginya kami bangun dengan perasaan segar meskipun langit sedikit mendung dan gerimis turun tidak terlalu lama.

morning-view-maribaya2

morning-view-maribaya

Sarapan pagi dengan menu yang hampir sama dengan makan malam kami dapatkan kembali di Dapur Hawu. Kali ini ada tambahan nasi kuning dan telur untuk sarapan.

the-pines-maribaya

the-pines-maribaya2

Setelah gerimis mulai reda, kami mulai berfoto foto di area Sky Tree.

morning-view-maribaya3

sky-tree-the-lodge

Sekitar pukul 9 pagi kami ikut rombongan untuk trekking di hutan sekitar The Lodge. Kakak Suri semangat sekali naik turun lembah melewati hutan pinus yang menjadi rute trekking pagi itu, meskipun dalam kondisi belum mandi hahaha…

treking-the-lodge1

trekking-the-lodge2

Untuk yang mau uji nyali boleh dipertimbangkan untuk mencoba sky bike seperti yang ada di foto di bawah ini. Kalau saya sih cukup berfoto di Sky Tree saja hehehe

sky-bike

Aktivitas lain yang bisa dilakukan adalah mencoba panahan di area sekitar camping ground, namun sayangnya saat ingin mencoba ternyata busur ukuran anak anak sedang rusak, sehingga hanya orang dewasa saja bisa bermain panahan menggunakan busur yang ada.

Secara keseluruhan glamping di The Lodge Maribaya cukup menyenangkan, namun bila aktivitas permainan untuk anak ditambah sepertinya akan lebih menyenangkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s