Hongkong · jalan jalan · review

Ngong Ping Village dan Giant Buddha

Apa yang bisa dilakukan kalau punya waktu luang setengah hari di Hongkong?

Saya penasaran ingin mencoba cable car sepanjang 5,7 km yang menghubungkan antara Citygate dan Ngong Ping Village di Pulau Lantau. 

Tentunya dengan tujuan utama ingin melihat Giant Buddha  yang ada di puncak bukit, atau sering juga disebut Tian Tan Buddha.
Sekedar informasi, Hongkong ini terdiri dari 4 bagian utama yang dikelilingi oleh beberapa pulau kecil.

Ada New Territories yang berbatasan dengan China daratan.  

Pusat bisnis dan keramaian ada di and Hongkong island (Causeway Bay, Victoria Park, Hongkong Convention & Exhibition Center, The Peak) juga di Kowloon (Avenue of Star, Ladies Market).
Airport,  Disneyland dan Ngong Ping Village terletak di Lantau island. 

Saya menginap di Hotel Novotel yang terletak sekitar 5 menit jalan kaki dari stasiun MTR Wan Chai.

Di stasiun MTR Wan Chai saya membeli Octopus card seharga 150 HKD. 

Octopus card ini selain bisa digunakan untuk membayar biaya transportasi umum (MTR dan bus) bisa juga digunakan sebagai alat pembayaran di 7-Eleven atau Circle-K.

Dari stasiun Wan Chai saya naik MTR ke stasiun Central, kemudian pindah jalur MTR ke Lantau island (jalur orange). 

Saya turun di stasiun terakhir yaitu Tung Chung.

Keluar dari stasiun saya melewati Citygate outlets dan mengikuti petunjuk jalan ke arah menara cable car atau Ngong Ping 360.

Saya membeli tiket cable car sekali jalan dengan harga 130 HKD. 

Sebenarnya kalau membeli tiket pulang pergi lebih murah, namun sengaja memang ingin kembali dengan rute yang berbeda, yaitu menggunakan bus dari Ngong Ping Village.

Ada dua pilihan cabin cable car yaitu standard dan crystal. 

Untuk harga cabin crystal lebih mahal dikarenakan bagian dasar lantai cabin dari kaca transparan. 

Karena dasarnya agak parno dengan ketinggian dan juga  ingin lebih irit maka saya memilih cabin standard saja hahaha😀

Untuk detail biaya cable car dan penawaran tournya bisa dilihat disini.

Meskipun bukan weekend, ternyata antrian cable car ini lumayan panjang juga. 

Sekitar 25 menit mengantri, baru mendapatkan giliran naik ke salah satu cabin. 

Satu cabin bisa diisi 8 orang. Saat pintu cabin akan ditutup, ada fotografer yang mengabadikan pose kita di dalam cabin. 

Kalau berminat, foto tersebut bisa kita tebus saat turun dari cabin di toko souvenir di Ngong Ping Village.

Di dalam cable car kita bisa melihat pemandangan Lantau island dari ketinggian. 

Indah sekali pemandangan pulau, bukit, pantai bahkan airport Hongkong pun juga tampak dari kejauhan.

Saya yang agak ngeri ngeri sedap berada di ketinggian ternyata tidak merasakan adanya goncangan berarti saat cable car melintas dari satu menara pancang ke menara pancang berikutnya.

Saat tiba di Ngong Ping Village dan turun dari cable car, kita akan disambut oleh penjual souvenir yang menawarkan foto kita saat berada di dalam cabin, saya menolak untuk membeli karena merasa posenya kurang kece hahaha😀

Saya memilih membeli kaos saja untuk oleh oleh.

Setiap pembelian di atas 150 HKD kita bisa mendapatkan wish card dari kayu yang bisa kita tuliskan permohonan untuk digantung di Bodhi tree (wishing tree).

Untuk masuk ke area Giant Buddha atau Ngong Ping Village ini kita tidak dipungut tiket masuk, kecuali bila ingin melihat atraksi atau masuk ke dalam museum yang terdapat di bagian bawah patung Tian Tan. 

Peta kawasan wisata ini bisa dilihat disini.

Masuk ke area Ngong Ping village kita akan menemui beberapa restaurant, toko souvenir dan atraksi untuk wisatawan.

Pusat atraksi tersebut di antaranya Walking with Buddha dan Monkey’s Tale Theater.



Setelah deretan toko tersebut kita akan menjumpai pintu gerbang Ngong Ping Village.


Tampak beberapa ekor sapi dilepas di sekitar village dan menjadi obyek foto bersama wisatawan.

Saya terkesan dengan kebersihan area wisata ini. 

Meskipun banyak pengunjung namun kebersihan tetap terjaga. 

Setelah melintasi gate tampak 12 buah patung yang disebut Twelve Divine General. 

Patung tersebut 6 buah terletak di sisi kanan dan 6 di sisi kiri, sepanjang jalan menuju ke arah Giant Buddha, Circular Platform & Po Lin Monastery.

Dua belas patung tersebut disebut sebagai penjaga dari healing Buddha. 

Disebut juga sebagai penggambaran 12 Shio dalam budaya Tiongkok.

Setelah melewati Bodhi Path yang di kanan kirinya terdapat patung Jenderal Tiongkok tersebut, tampak gerbang lagi dengan jalanan yang terhampar menuju Po Lin Monastery.

Disebelah kanan, tujuan utama saya sudah tampak di depan mata yaitu Tian Tan Buddha. 

Namun untuk mencapainya diperlukan usaha terlebih dahulu, yaitu menaiki 268 anak tangga🙂

Perlahan saya menaiki tangga satu demi satu. 

Lelah tidak terasa karena di kanan kiri terhampar pemandangan pepohonan hijau di kejauhan. 

Didukung pula dengan udara sejuk di sore itu.

Sesampainya di hadapan patung Giant Buddha tersebut,  saya mengarahkan pemandangan ke sekeliling. 

Tampak di kejauhan Po Lin Monastery, gugusan pulau, bukit dan laut yang tadi saya lintasi dengan menggunakan cable car.

Giant Buddha ini dikelilingi oleh 6 buah patung yang disebut sebagai The Offering of Six Devas. 

Patung patung yang berukuran lebih kecil ini membawa beberapa persembahan seperti bunga, dupa, lampu, alat musik, buah dan obat.

Giant Buddha yang duduk bersila di atas bunga lotus ini terbuat dari perunggu dan tampak megah dengan tinggi 34 meter. 

Di bagian bawah patung Buddha ini terdapat museum, yang bila kita berminat untuk masuk ke dalamnya bisa membayar tiket.

Karena waktu sudah hampir mendekati pukul 16.30 dan saya tidak ingin tertinggal bus yang kembali ke Citygate, maka saya memuaskan diri dengan memandang pemandangan sekitar saja.

Setelah turun dari atas bukit saya bergegas menuju ke gerbang Ngong Ping Nature Centre untuk naik bus no 23 yang membawa saya kembali ke Tung Chung.

Untuk jadwal bus tersebut bisa dilihat disini.

Cukup tap octopus card di dalam bus, dan kita bisa duduk di dalam New Lantai Bus no 23 menuju ke Tung Chung.

Perjalanan kembali melewati jalanan yang berkelok kelok namun tidak kalah bagusnya dengan pemandangan dari atas cable car.

Kita bisa melihat pantai, rerimbunan pohon bakau bahkan cottage atau rumah dan apartemen yang ada di tepi jalan yang dilalui bus.

Kurang lebih sekitar 30 menit kemudian saya sudah tiba di Tun Chung dan bersiap naik MTR ke tujuan selanjutnya. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s