jalan jalan · Jepang · office event · Yokohama

Shin Yokohama Raumen Museum

Persinggahan kami di siang menjelang sore adalah Shin Yokohama Raumen Museum.

Dari Queens Square, tempat saya dan rombongan makan siang, menuju ke museum ini dengan minibus makan waktu tidak sampai 30 menit.

Ramen museum_1

Harga tiket masuk untuk dewasa adalah 300 yen.

Ramen museum_2

Di dalam museum yang berdiri sejak tahun 1994 ini kita bisa melihat sejarah awal mula ramen di Jepang. Sayangnya petunjuk dalam bahasa Inggris masih minim, sehingga bagi wisatawan non domestik sepertinya agak kesulitan untuk memahami penjelasan yang ada di beberapa poster di ruang display.

Ramen museum_3

Tapi kurang lebih dari gambar gambar yang ada, saya bisa menarik kesimpulan bahwa jenis atau rasa ramen itu berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya.

Ramen museum_4

 

Di ruang tengah setelah pintu masuk kita juga bisa menjumpai ramen instan, peralatan pembuatan atau menyeduh ramen, dan beberapa condiment yang biasa digunakan untuk ramen.

Ramen museum_2b

Ada yang dalam bentuk display, ada juga yang dijual.

Ramen museum_5

Ramen museum_6

Mau coba beli tapi kok nggak yakin  halal karena sepengetahuan saya meskipun bahan kaldunya ada yang dari ayam, tapi minyak pelengkapnya ada yang mengandung pork.

Masuk ke bagian dalam museum ini kita akan melewati lorong dengan penerangan minimal.

Ramen museum_6b

Dibuat dengan desain seperti lorong lorong di pemukiman warga Jepang jaman dahulu.

Terlebih lagi dengan alunan musik dan nyanyian tradisional Jepang, membawa pengunjung membayangkan kehidupan Jepang di masa lampau.

Ramen museum_7

Di salah satu sisi terdapat beberapa toko kelontong kecil yang menjual gula gula, cemilan tradisional dan permainan anak anak tradisional Jepang.

Melewati lorong kecil tadi kita akan tiba di satu ruangan yang lebih besar dengan langit langit ruangan yang tinggi dan terdapat beberapa kedai kecil yang menawarkan ramen dari beberapa daerah di Jepang.

Ramen museum_7b

Desain ruangan dan kedainya membuat pengunjung seolah dibawa ke suasana Jepang beberapa puluh tahun yang lalu.

Ramen museum_9

Wangi harum kuah kaldu langsung tersebar. Kuat kuatin iman deh buat nggak nyobain, soalnya kan nggak halal hehehe🙂

Ramen museum_8

Penerangan yang temaram sepertinya makin membuat suasana makan menjadi nikmat. Buktinya hampir setiap kedai penuh dengan pengunjung yang menikmati ramen.

Di bagian tengah dari ruangan dengan jajaran kedai ini digunakan juga untuk pertunjukan jalanan. Kebetulan saat itu sedang ada performer yang menyajikan atraksi kartu.

Nggak bisa fotoin karena ramai pengunjung, akhirnya memilih foto foto narsis aja deh dengan Pak Polisi ini hehehe😆

Ramen museum_10

 

Dari sini langsung cus deh cek in di hotel yang terletak di area China Town, mandi kemudian siap berangkat menuju tempat seminar….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s