friends · jakarta · nyam nyam

Bukber Wakatobiers di Tebet Green

Bulan puasa begini memang lagi musimnya bukber ya.

Sekaligus sebagai ajang silaturahmi, berkumpulnya anggota keluarga atau reunian, pertemuan kembali dengan rekan rekan lama yang kalau pada hari biasa rasanya mau ketemu susyaaaahh sekali.

Maklum ya mak, Jekardaaaahh gitu loo… macetnya yaa..amit amitt.. bikin males mau kemana mana *eehh itu saya ya sepertinya*

Ya abis gimana coba,pagi hari dari rumah ke kantor berangkat aja bisa nyetir 2-2,5 jam, balik pulangnya juga menghabiskan waktu segitu juga. Gimana gak bikin mikir sekali dua kali tiga kali empat kali….untuk menembus lautan kendaraan bermotor yang tumpah ruah di jalan demi janji bertemu.

Alhamdulillah, sore kemarin bisa menyepakati untuk janji bertemu dengan teman teman PTT dulu di Wakatobi.

Sayangnya dari 10 orang yang PTT bareng cuma 3 orang saja yang bisa ikutan bukber. Yang lainnya masih dengan kesibukan masing masing.

Ada yang tinggalnya nun jauh di penghujung Jakarta Utara dengan 2 balita dan tanpa nanny yang rasanya kalau jadi dia juga saya bakalan trauma duluan banyangin menembus kemacetan Jakarta di sore hari.

Satu lagi masih ada kerjaan di daerah Tangerang, yang satu kerjanya di Jakarta Utara, ada satu lagi yang sekolah di Bandung.

Yang lagi tugas di Kalimantan juga ada tuh, lebih nggak mungkin lagi ikutan bukber di Jakarta kan hehehe

Jadinya yah bertiga sajalah bukber kali ini. Sama persis kaya tahun lalu, pesertanya bertiga juga : Saya, Tita dan Ayu.

Meeting poin awalnya diusulkan di Kota Kasablanka, tapi ya menimbang daerah Kasablanka seringnya padat merayap, jadinya pindah área ke Tebet Green, yang lebih masuk akal untuk ditempuh Ayu yang bekerja di Bidakara dan Tita yang bekerja di daerah percetakan negara.

Yang sampai di sana duluan tentyu saja si Neng Ayu, karena jarak tempuh lebih dekat dari kantornya. Karena lagi pengen masakan Korea jadinya pilih resto Seigo Dakgalbi *ebuseet susah aja namanya*

Saya datang menyusul 20 menit sebelum waktunya berbuka. Jeng Tita sampai sekitar 3 menit sesudah bedug Maghrib.

Untuk makanan, kami bertiga kompak memilih Bibimbap *eeeaaa.. gak kreatip hahaha:mrgreen: *.
Bibimbap ini berupa nasi di dalam bowl panas yang di atasnya diberi irisan sayur (wortel, tauge, jamur, pokcoy) dan irisan dagung plus telur yang disiram dengan saus korea asem pedes manis gitu deh.
Set bibimbap ini ditambah dengan kimchi, asinan lobak dan sup bakso ikan gurih.

Untuk minumnya masing masing saya lupak namanya apa, pokoknya Ayu minum smootiesh strawberry, saya pesen healthy juice warna ijo yang isinya blenderan sawi, jeruk plus nanas, dan jeng Tita pesen es campur Korea gitu deeh.

Buat cemilannya pesen Topokki chesse yang berupa rice cake *ranyanya kenyel kenyel gitu* disiram saus khas Korea dan taburan melted cheese.

Tebet-20130730-00346

Untuk makanan sih menurut saya rasanya so so aja, tapi yang lebih penting kan bisa ngumpul barengnya itu.

Yang dibahas juga nggak jauh jauh dari kabar dan aktivitas sehari hari kami, dan saling tukar cerita tentang kabar teman teman kami yang lain, eks PTT Wakatobi periode November 2007 hingga April 2008.

Sambil mentertawakan kenangan kenangan manis asem pahit kaya nano nano yang pernah kami alami bersama.

Betapa bersyukurnya saya saat itu, merasa bahwa setelah sekian tahun saling mengenal, kami masih bisa berkumpul bersama dalam kondisi yang menurut saya jauh lebih beruntung dibandingkan saat kami dulu pertama kali bertemu.
Mengingat ingat betapa dulu kami berjuang bersama.

Kalau flash back kembali rasanya lucu juga ya. Dulu kuat kuat aja menjalani pekerjaan di daerah sangat terpencil, dengan akses transportasi, komunikasi dan fasilitas yang terbatas. Jauh dari teman teman dan keluarga yang kami sayangi. Bekerja di sarana kesehatan dengan kondisi seadanya namun harus bisa memberikan pelayanan semaksimal mungkin bagi warga masyarakat yang memerlukan bantuan.

Tersenyum miris saat mengingat kembali, kok dulu kuat ya bisa bekerja jauh dari peradaban dengan gaji dirapel, baru dapat gaji sesudah 3 bulan penempatan. Namun sedikit terbayar dengan cantiknya pemandangan alam di sana dan keramahan rekan rekan kerja kami disana.

Dan saking paniknya nggak tau kudu mempersiapkan apa aja untuk tinggal dan bertugas di tempat jauh, ada loh yang dulu pas berangkat bawa bawa koper segede kulkas! Bawa turun kopernya dari kapal Sagori *kapal yang berlayar dari Kendari ke Bau Bau, Pulau Buton* aja kudu sewa porter hahahaha:mrgreen:

Belum lagi betapa noraknya kami kala itu waktu bisa ketemu sama KFC! Bayangkan ngemil KFC aja rasanya kaya ngerasain makanan paling sedap sedunia hahaha. Ya eyalah secara kala itu kami bersepuluh tersebar di 5 pulau yang berbeda dan tinggal di rumah rumah dinas Puskesmas atau rumah warga yang letaknya tinggal ngesot dari pantai.

Rumah dinas saya dulu di Pulau Tomia cuma berjarak 50 meter dari pantai. Sehingga yang namanya ikan, cumi atau gurita, bulu babi, kerang dan segala macam hasil laut lainnya itu adalah makanan sehari hari. Kami menyantap daging sapi dan ayam hanya pada saat ada acara hajatan seperti pernikahan, sunatan atau selametan orang pulang dari haji.
Jaman itu daging sapi harus diimport dari Bau Bau atau Kendari, daging ayam harganya 2 kali lipat dibanding harga normal, telur ayam juga jarang ada di pasar. Sumber makanan yang selalu ada dan berlimpah ya tentu saja hasil laut. Nggak heran kan begitu lihat KFC rasanya kaya dapat durian runtuh😀

Mengenang masa lalu itu rasanya menyenangnya. Mentertawakan kekonyolan yang pernah kami lakukan bersama. Kangen masa masa itu 

Doing stupid things in the name of Friendship!

Kadang kadang diantara kami masih sempat tercetus ide gila untuk kembali ke Wakatobi, bukan untuk PTT lagi, hanya untuk jalan jalan dan bertemu dengan rekan rekan kerja kami dahulu di sana. Tapi ya etapi setelah dihitung hitung tiket pesawat, akomodasi plus kalau harus bawa buntut (pasangan dan anak) kok ya berat di ongkos ya hahahaha…. Nabung dulu deh ya, semuga suatu hari kesampaian balik ke sana lagi.

Tebet-20130730-00349

Well, semoga pertemanan ini bisa berlanjut sampai nanti kami tua dan berlanjut ke anak anak ya.

Amiinn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s