main main · Suri · tips & trik

Wiken tanpa mol

Minggu lalu saya dikirim oleh kantor untuk training ke Jogja, dari hari Selasa sampai Jumat.
Iyaaaa…… hari Selasa kemarin pas ulang taunnya Suri hikkss *meweeekk* *emak lebay*

Jumat malam sampai di rumah sekitar jam 8an malam *untung macetnya dari bandara ke rumah masih tolerable*.
Sampai di rumah buka pintu langsung disambut pelukannya Suri.

Waaa bunda jadi terharu dan seneeenng banget!!

Si bocahnya senyum senyum sambil ngoceh ceriwis : “Bundaaaa… tadi uwi sekolaaaaahhh” hihihihi

Keluarin oleh oleh sepatu pink dan dress batik beli di Mirota buat si bocah, makin hebohlah dia.

Suri itu kalau diberi barang baru biasanya bakalan langsung pengen dicoba. Dress batiknya aja langsung dicoba di depan cermin dan ngoceh “bagus kaaaann” sambil cekikikan. Aslik lucu banget hahaha😆

Karena ngantuk sangat akhirnya abis main sebentar sama Suri, kami bobo kruntelan berdua di kasur sekitar jam ½ 10an dan nggak denger waktu ayah datang.

Hari Sabtu *saya kebetulan lagi nggak puasa* bangunnya sengaja agak siang.

Si Ayah sekitar jam 10 sudah cuss pergi karena mau siap siap nonton Liverpool di Senayan.

Tinggal deh saya mikir menyusun rencana mau bikin apa ya hari Sabtu ini???

Karena isi kulkas sudah mulai menipis, ya sutralah belanja aja. Kebetulan juga pengen nyobain belanja di Pasar Modern Kota Wisata.

Semenjak pindahan rumah bulan April lalu, baru kali ini loh bisa belanja di pasar. Selama ini karena belum tahu di mana letak pasar, paling kalau belanja ya di supermarket *demi alasan kepraktisan* atau minta Lia untuk jalan ke tukang sayur yang ada di area perkampungan sebelah perumahan.

Kalau cuma buat beli bumbu dapur, sayur, tahu tempe, ikan lele atau patin kesukaan Suri sih masih ada kok di tukang sayur langganan Lia itu.

Tukang sayur keliling yang lewat di cluster perumahan si kurang bisa diandalkan, secara lewat depan rumah biasanya diatas jam 1 siang.

Jam 1 siang sodara sodaraaaa……. Sungguh TERLALU!!!

Kalau nungguin si tukang sayur keliling ini yaaaa, udah kelaperan kemana mana yaaa si bocah cilik sayah.

Jadi lah karena penapsaran sama yang namanya pasar modern ini, hari Sabtu siang kemarin saya kunungi pasar itu bareng sama Suri dan Lia.

Dan begitu nemu si fresh market ini saya merasa lega karena bayar parkir cuma 2 ribu untuk 2 jam pertama, lebih murce daripada parkir di mol yang sejamnya sampai 4 ribu rupiah ciinn….

Lebih seneng lagi begitu masuk ke dalam pasarnya. Bersih dan lengkaappp kappp… ikan, ayam, daging, tahu, tempe, bumbu masak, aneka sayur dan buah semua ada. Harga barang barangnya juga kurang lebih sama dengan harga barang di pasar Tebet Barat dan Tebet Timur *sebelum pindah rumah saya biasanya belanja di 2 pasar itu tadi*

Yang penting juga nggak pake becek yaaa kan gak ada ojek, makanya disebut pasar modern hehehehe….

WTM1

Suri juga tampak senang diajak belanja di sini, buktinya waktu saya beli telur asin, dia kekeuh sumengkeuh mau bawa bawa itu plastik isi telur. Tentunya makin senang sesudah bawain belanja bunda dibolehin beli mainan yang untungnya harganya gak semahal di mol:mrgreen:

Di pasar ini selain belanja sayur, bumbu dapur, ayam dan telur saya juga iseng iseng beli bahan untuk membuat clay. Tepung terigu, garam dan pewarna makanan.

WTM2

Selesai belanja, dalam perjalanan pulang *macet…kapan sih Cibubur nggak macet..* Suri sempat tertidur di mobil dan langsung melek pas sudah sampai rumah.

Selesai nemenin Suri makan siang, saya langsung menyiapkan bahan bahan untuk membuat homemade clay ini. Resep aslinya saya dapat di internet, tapi karena petunjuk takaran adonannya menggunakan cup dan cup penakar saya entah ada di mana paska pindahan kemarin, maka akhirnya saya modifikasi deh resep claynya.

Bahannya gampang banget : tepung terigu, garam, air, minyak goreng, pewarna makanan.

Komposisi bahan hasil rekayasa saya sebagai berikut :
• 1 mangkuk (125 ml) garam halus
• 5 mangkuk tepung terigu
• 2 mangkuk air
• 2 sdm minyak goreng
• Pewarna makanan warna merah, biru dan kuning

Cara pembuatan :
• semua bahan (kecuali pewarna makanan) diaduk di dalam baskom sampai terbentuk adonan kalis dan tidak lengket di tangan. Bila dirasa kurang air maka bisa ditambahkan air sedikit demi sedikit.
• Adonan dibagi 3 untuk diberi warna primer : merah, biru dan kuning
• Untuk membuat warna sekunder cukup mencapurkan 2 warna primer yang berbeda, misal untuk warna hijau campurkan warna kuning dan biru, untuk membuat warna oranye campurkan warna merah dan kuning serta untuk membuat warna ungu campurkan warna biru dan merah.
• Sesudah beberapa warna terbentuk,siap untuk dibentuk sesuai selera 

Selama proses pembuatan clay ini, Suri ikut terlibat loh.

WTM3

Dia senang sekali waktu dibolehkan untuk meneteskan pewarna makanan ke dalam adonan yang saya aduk aduk.

WTM4

Proses pembuatan adonan ini kami lakukan di halaman belakang.

WTM5

Sesudah beberapa warna terbentuk, baru deh kami pindah ke ruang tengah untuk membuat bentuk bentuk lucu, seperti ini nih :

WTM6
Mata warna item itu dari lada hitam loh

Dan yang penting clay homemade ini aman ya, tanpa bahan pengawt. Jadi agak tidak terlalu kuatir juga waktu si bocah dengan isengnya ambil segenggam clay itu trus dijilat.

Weiiitss… iya beneran dijilat…

Meskipun sesudah itu dilepas lagi sesudah saya melotot sambil bilang,
“No, Suri ! Tidak boleh dimakan, itu mainan, bukan untuk dimakan !”

Jadi….jadi…jadiiiii…… Wiken tanpa ke mol itu bisa jadi menyenangkan juga kaaannn😀

2 thoughts on “Wiken tanpa mol

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s