family · jakarta · jalan jalan · nyam nyam · review

Taman Piknik & Melrimba Garden, Puncak

Wiken kemarin kami habiskan dengan berwisata ke Puncak.

Kebetulan Mas Cipi, kakak ipar saya, sedang ada di Jakarta karena mudik dari Penang. Rencananya akan berangkat hari Minggu dan Senin atau Selasa baru balik Jakarta, ambil cuti di Senin karena Selasanya libur Nyepi.

Tapi karena saya Senin sampai Rabu ternyata harus berangkat ke Solo karena tugas kantor *yeaaahh…saya kerja lagi di hari libur*, jadi akhirnya kami pergi ke Puncak hari Sabtu, menginap semalam dan kembali ke Jakarta hari Minggu.

Terakhir saya ke Puncak bulan November lalu, pas ada acara family day kantor di Taman Safari, dan macetnya luar biasaaaahh. Padahal waktu itu saya nyetir sendiri ke Puncak, karena pas barengan kantor ayah juga ada acara outing, jadi ayah nggak bisa ikut. Jadilah semobil berempat cewek semua, saya, Suri, dik Lina dan Lia. Pulang pergi macwweett ajee…😦

Untungnya  kemarin meskipun macet tapi masih tolerable. Dari Tebet berangkat jam 7, ketemuan sama Mbak Nia, Mas Cipi, Pak dan Bu Dermawan di rest area Jagorawi km 10 untuk ambil duit di atm. Sampai di pintu tol Ciawi sekitar jam ½ 9an. Sempat ngerasain ditutup sebentar dan akhirnya sampai di Cimory sekitar jam 10 kurang.

Main main dulu di children playground sebelum naik ke atas untuk makan.

cimory

*tolong abaikan foto bapak berbaju merah yang masih merasa kalau naik sapi sapian itu akan membuatnya tampak lebih imut*😆

 DSC05907

Selesai nemenin Suri main, kami naik untuk memesan makanan.

DSC05913

Pesanan kami datang tidak lama kemudian. Saya pesan sop buntut, ayah dan Suri makan chicken wings, Pak Dermawan memesan asem asem daging, Bu Dermawan dan Mbak Nia memesan Zupa sup dan Mas Cipi memesan gado gado.

Gak sempat foto makanannya karena lapar berat hahaha😀

Selesai makan, melihat lihat ke dalam kandang sapi di sebelah area parkir. Kandang sapinya bersih dan ada beberapa ekor sapi disana. Sepertinya ada paket untuk tour kandang sapi, tapi waktu kami ke sana hari Sabtu kemarin, tidak ada petugas yang berjaga di sana.

DSC05926

DSC05923

Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke Kebun Teh Gunung Mas. Masuk ke Gunung Mas cukup membayar 58 ribu rupiah (untuk 2 mobil dan 7 pengunjung, lupa berapa harga tiket pastinya). Inginnya sih bisa tea walk, sambil menikmati udara sejuk dan mengajak Suri naik kuda. Ternyata begitu kami masuk ke area Gunung Mas, menuju ke arah bangunan  pabrik teh, hujan mulai turun. Jadi batal deh mau jalan jalan di kebun tehnya.

Akhirnya cuma mampir sebentar ke kantor perkebunan untuk ambil brosur, karena ingin tahu informasi harga kamar. Sempat naksir salah satu model bangunan rumah kayunya yang disewakan, tapi untuk next time ke Puncak aja ya. Karena wiken ini kami sudah booking kamar di Taman Piknik, Ciloto.

Karena hujan tampaknya tidak kunjung berhenti, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Taman Piknik, tempat kami akan menginap di daerah Ciloto. Dari Gunung Mas masih naik ke atas, melewati Puncak Pass dan Bumi Aki. Sesudah Bumi Aki akan terlihat papan iklan Lembah Hijau dan Taman Piknik di sebelah kanan jalan. Kami mengambil belokan ke kanan ke arah Lembah Hijau dengan kondisi jalan yang turun dan agak kecil. Kalau mobil berpapasan dengan mobil lain, maka salah satu harus berhenti dulu menepi untuk amannya, karena di samping kanan terdapat lembah yang posisinya cukup curam.

Taman Piknik ini terletak berseberangan dengan Lembah Hijau.

Ayah, saya dan Suri menemukan tempat ini tidak sengaja. Bulan Maret tahun lalu, waktu kami sekeluarga main main ke Taman Safari, akan pulang ke Jakarta terjebak macet paraahh. Karena nggak tahan nunggu macet, akhirnya ayah putar balik mobil naik lagi ke atas, mencari cari hotel untuk menginap. Tidak ada satu pun kamar yang available di beberapa hotel di bawah Puncak Pass.

Karena dulu bapak mertua cerita kalau beliau pernah ada acara kantor di Lembah Hijau, maka kami memutuskan menuju  Lembah Hijau. Ternyata penuh juga dan karena kebetulan letak Taman Piknik lokasinya di depan Lembah Hijau kami iseng bertanya apakah masih ada kamar kosong. Ternyata kami beruntung karena masih ada kamar kosong dan akhirnya memutuskan menginap di tempat ini.

taman piknik

Hal yang menyenangkan dari Taman Piknik ini adalah bisa melihat area lapang dengan pepohonan pinus yang cukup luas dengan suasana sejuk pegunungan. Terdapat danau buatan dengan area memancing dan children playground yang dilengkapi kolam renang.

DSC05935

Kami memesan 3 kamar dengan queen size bed, room rate saat wiken sebesar 500 ribu rupiah. Untuk ekstra bed hanya dikenakan tambahan 80 ribu rupiah. Kamar yang kami pesan adalah Anggrek 1-3, dengan pemandangan di depan kamar adalah pepohonan pinus dan ruang makan.

DSC05934

DSC05931

Setelah cek in dan merapikan barang di kamar, kami duduk duduk santai sambil mengobrol di depan kamar dan jalan jalan di seputaran Taman Piknik. Di depan danau terdapat beberapa ekor bebek dan angsa yang dilepas bebas. Suri senang banget lihat bebek bebek yang ada di tepi danau.

Dan tanpa takut langsung mengejar bebek dan angsa itu *tinggal emak ama bapaknya yang deg degan kuatir angsanya marah dan balik ngejar lagi😛 * *elap keringet*

sore di Taman Piknik

Di depan danau terdapat 3 vila yang disewakan dengan harga 2,5 juta permalam yang berisi 4 kamar. Sebenernya pengen juga nginep di vila itu, tapi karena kami Cuma 3 keluarga kok rasanya sayang juga kalau nanti ada kamar yang tidak terpakai. Lain kali mungkin ya, kalau kami datang dengan rombongan yang lebih banyak lagi🙂

Siang dan sore kami habiskan dengan goler goler di tempat tidur  dan berjalan jalan di depan kamar.

DSC05954

Restoran dan ruang karaoke Gazebo

DSC05955

Mobil antik di dalam Gazebo

Malamnya kami makan di Melrimba Garden. Menu makan malam kami bakso, gurami goreng, sayur pok coy, bakmi goreng dan sausage with french fries.

DSC05974

Saat akan pulang kami mendapat informasi bahwa ada taman dengan area memancing di sebelah resto yang bisa dikunjungi di pagi hingga sore hari. Langsung niat kalau besok sebelum kembali ke Jakarta kami akan mampir kemari lagi untuk melihat taman bunga dan memancing🙂

Setelah kenyang kami kembali ke Taman Piknik dan istirahat. Suri sudah tertidur sejak perjalanan dari Melrimba, sambil duduk dipangku bude Nia. Sampai di kamar, badannya agak hangat dan sempat terbangun beberapa kali karena gelisah. Malam itu memang udaranya dingin sekali, ditambah hujan gerimis di luar kamar.

Untung pagi hari saat bangun, suhu badannya sudah kembali normal *gak bawa termometer, jadi berdasar bacaan telapak tangan saja*. Pagi juga sudah ceria, meskipun sarapan pagi nasi gorengnya cuma mau 6 suap saja. Untung masih mau diganjel dengan roti dan susu ultra mimi coklat.

Jalan jalan sebentar menghirup udara pagi sambil melihat aliran sungai di area bagian belakang Taman Piknik.

DSC05989

DSC05976

DSC05977

Tidak lama kemudian datang kuda yang disewakan untuk tamu. Naik kuda ini satu puteran biayanya 25 ribu rupiah. Semangat dong Suri naik kudanya. Anteng aja duduk di atas kuda  sambil ditemenin bundanya keliling Taman Piknik🙂

DSC05996

Selesai mandi masih muter muter sambil foto foto di depan danau trus lanjut  goler goler lagi di atas tempat tidur aja sambil nonton TV.

Jam 12an kami memutuskan untuk cek out dan menuju ke Melrimba Garden.

Sampai di Melrimba ternyata penuh banget karena ada rombonngan pariwisata dengan beberapa bis yang booking tempat sampai jam 2 siang, jadi kami tidak bisa mendapat tempat duduk untuk makan siang. Mbak Nia, Mas Cipi, Pak dan Bu Dermawan memutuskan melanjutkan perjalanan kembali ke arah Jakarta, sementara saya, ayah dan Suri lanjut masuk ke area taman untuk memancing.

melrimba garden

Area tamannya cukup bagus untuk foto foto narsis. Ada children playground dan juga kebun strawberry. Sayangnya tanaman strawberrynya sedang tidak berbuah, sehingga kami langsung lanjut ke area kolam pancing. Biaya sewa pancingnya 25 ribu rupiah sedangkan untuk karcis masuknya perorang 7.500 rupiah.

Ayah semangat sekali memancingnya. Dengan pancing sewaan, umpan dan ember langsung nongkrong di tepi kolam. Si bocah juga ikutan heboh. Sekitar 1 jam an kami berada di tepi kolam, dan ayah berhasil menangkap 4 ekor ikan nila. Tidak terlalu besar tapi rasa senangnya waktu berhasil menangkap ikan itu loh yang bikin seru😀

mancing di melrimba

Ikan dalam ember kemudian dibawa oleh petugas untuk ditimbang dan bisa langsung diolah saat itu juga di dapur restoran. Per kilonya ikan dihargai 19 ribu rupiah dan biaya masaknya per ekor 4 ribu rupiah.

Sementara menunggu ikan digoreng, kami memesan menu lain yaitu sop buntut goreng dan mi goreng. Sayangnya hasil ikan gorengnya agak kurang bumbu. Untung ikannya benar benar segar hasil memancing sendiri sehingga rasa manis dagingya masih terasa.

makan di melrimba

Selesai makan sekitar jam 3 sore, hujan mulai turun lagi dan kebetulan bertepatan dengan jam buka jalur ke arah Jakarta.

Tanpa berlama lama lagi kami segera meluncur kembali ke bawah. Macetnya juga masih tolerable dan sampai di rumah sekitar jam 6 sore.

Wiken kali ini benar benar menyenangkan karena bisa dilewatkan dalam kebersamaan dengan keluarga.  Berasa banget senengnya karena minggu depan ada tugas kantor ke Balikpapan (dua hari sesudah balik dari Solo) dan minggu depannya ada acara kantor juga di sabtu minggu, jadi praktis 2 kali wiken nggak bisa ngumpul sama keluarga.

Dan karena bulan ini sudah mulai bayar tukang untuk renovasi rumah kami di Cimanggis, bikin kamar dan dapur plus siapin biaya untuk pindahan, sementara ini mungkin akan puasa jalan jalan dulu *kedip kedip mata ke ibu bos, ngarep bonus cepet turun hihihi*

6 thoughts on “Taman Piknik & Melrimba Garden, Puncak

    1. Heemm….. kayanya ada yg copy cerita dari blog saya ya… cuma sedikit dirubah ya, tp intinya sama…. kasian banget ya hidupnya sampai harus copy cerita hidup orang lain

    1. Kalau nggak salah 7,500 rupiah per orang, nanti untuk masuk ke kebun strawberry dan aktivitas lain seperti memancing ada biaya tambahan.
      Sudah lama ya itu, mungkin ada perubahan sekarang🙂

      Kalau untuk santai saja sih menyenangkan kok karena udaranya sejuk, tapi kalau mau ke area kolam pemancingan memang ada jalanan yang agak turun ke bawah.

  1. Hebat deh..setiap liburan dishare, jadi buat saya yg kurang piknik, infonya lengkap dan menyenangkan lihat foto2nya.
    Ditunggu cerita2 lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s