jakarta · jalan jalan · Suri

Taman Mini Indonesia Indah

Another compensated day off.

Yipiiee.. jalan jalan lagi sama Suri😀

 

Pilihan lokasinya kali ini adalah Taman Mini Indonesia Indah.

Terakhir kesini pas Suri masih umur 8 bulan, belum bisa lari lari kaya sekarang. Waktu itu ke TMII barengan sama tante Lina, tante Meirda, Oma dan Opa yang kebetulan lagi main ke Jakarta.

Compensated day kali ini, saya, Lia dan Suri  berangkat ke TMII dari rumah sekitar jam ½ 10an. Karena hari kerja, ayah nggak ikut. Perjalanan lumayan lancar dan sebelum ½ 11 kami sudah tiba di TMII.

Bayar tiket masuk cuma 9 ribu per orang ( bayar tiket cukup 2 saja, karena Suri masih belum dihitung) plus bayar 10 ribu lagi untuk mobil.

Begitu masuk TMII, yang luas banget itu, kami langsung menuju ke area kereta gantung. Sesudah parkir, beli tiket untuk 2 orang, dengan harga 25 ribu per tiket (lagi lagi Suri masih dihitung gratis..horeee😀 ).

Belum naik aja Suri sudah excited, nunjuk nunjuk kereta gantung yang warna warni itu.

Untungnya hari itu pengunjung tidak terlalu ramai, sehingga kami tidak perlu antri dan bisa segera mendapatkan 1 kereta untuk bertiga. Kereta yang kami naiki berwarna putih.

Begitu masuk ke dalam kereta dan kereta mulai meluncur di lintasan talinya, Suri langsung berdiri, nggak mau duduk. Padahal lumayan goyang goyang juga di atas meskipun angin juga tidak kencang.

Sementara saya memegang Suri yang berdiri sambil memandang ke arah jendela dengan tampang penasaran, Lia sibuk jepret sana jepret sini, pakai kamera saya maupun pakai kameranya sendiri. Maklum belum pernah ke TMII, jadi ikutan senang juga si embak ini🙂 Apalagi waktu melihat danau dengan replika pulau pulau Indonesia, langsung heboh foto fotoin hehehe….

Dari atas kereta gantung ini kita bisa melihat beberapa rumah adat, museum, wahana air Snow Bay dan juga istana anak anak Indonesia.

 

Rumah adat Kalimantan Barat

Setelah menyelesaikan satu putaran naik kereta gantung, kami menuju ke beberapa rumah adat, salah satunya adalah rumah adat Nangroe Aceh Darusalam #dan tiba tiba kepikir pengen ke Aceh lagi untuk makan ayam tangkap dan sambel udangnya yang maknyuss tenan rasanya itu hehehe#

Rumah adat Nangroe Aceh Darussalam

Sampai di rumah adat NAD, pengen masuk ke dalam rumah adatnya, tapi ternyata sedang ditutup karena petugasnya sedang shalat. Akhirnya foto foto aja di depan rumah adat NAD. Dan Suri ternyata malah lebih semangat untuk foto foto di depan pesawat yang terletak bersebelahan dengan anjungan Aceh ini.

 

Dari anjungan NAD, kami menuju ke anjungan Sumatera Utara. Ternyata rumah adat Sumatera Utara ada berbagai macam bentuk loh. Baru tahu disini, secara meskipun sudah pernah dikirim tugas kantor ke Sumut, tapi waktu disana malah belum pernah melihat rumah adatnya.

Untuk masuk dan melihat lihat rumah rumah adat tersebut, tidak dipungut biaya. Namun apabila ingin masuk ke dalam rumah adatnya (yang tidak semuanya bisa dimasuki), dan berfoto di dalamnya, kita akan diminta untuk memberikan sumbangan ala kadarnya ke petugas di sana.

 

Setelah melihat lihat rumah adat, kami menuju ke kebun kaktus. Koleksi kaktusnya tidak banyak sih dan menurut saya agak kurang menarik, tampak kurang terawat dan penempatan koleksinya terkesan ala kadarnya.

 

Dari kebun kaktus, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Taman Burung.

Cukup membayar 13 ribu saja per orang ( lagi lagi Suri tidak dihitung…asiiikkk🙂 ).

Naaahh…. kalau sudah ketemu binatang, sudah bisa ditebak, Suri pasti happy banget.

Begitu masuk, melihat beberapa koleksi burung kakak tua di dalam sangkar saja, Suri sudah senyum senyum girang, sampai nggak mau pindah sambil berceloteh, “ buyuung…buyuuung…” hihihihi

Sampai harus dibujuk bujuk supaya mau lanjut lagi masuk ke dalam taman berbentuk sangkar besar setengah lingkaran ituh.

Sampai di dalam makin senanglah si bocah satu ini. Karena bisa melihat beberapa macam burung yang terbang di atas kepala, jalan jalan di antara rerimbunan dedaunan, maupun yang bertengger dengan manis di tepi kolam kolam kecil. Ada juga kandang kandang yang berjajar di antara rerimbunan pohon.

Di kandang burung merak, kami sempat berhenti agak lama. Karena Suri tertarik dengan bulu bulunya yang berwarna warni.

Tapi yang paling keren, waktu perjalanan kami akan berakhir. Kami tiba di danau buatan, yang berisi ikan ikan mas berukuran besar. Di danau tersebut juga terdapat beberapa ekor burung pelikan dan angsa hitam.

 

Serunya, kami bisa memberi makan ikan dan angsa hitam tersebut. Dengan membeli makan ikan seharga 2 ribu rupiah saja di counter yang berada di dekat danau buatan tersebut.

 

Selesai memberi makan ikan, kami melanjutkan perjalanan kembali. Sempat melewati beberapa kandang burung yang lain sebelum tiba di pintu keluar Taman Burung.

 

Karena jam sudah menunjukkan pukul 1 siang dan si bocah juga mulai kelihatan ngantuk, akhirnya saya memutuskan untuk pulang saja. Dan Suri makan siang di dalam mobil, dalam perjalanan pulang.

Sampai di rumah, karena capek dan sudah kenyang, akhirnya si bocah langsung bobo dan pules sampai 2 jam lebih –tentu saja diikuti juga oleh emaknya-😀

 

Hari yang menyenangkan!

Dan bersenang senang itu nggak perlu mahal loh.

Next time pengen ke TMII lagi aaahh, kan masih banyak wahana yang belum dikunjungi🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s