family · jakarta · main main · Suri

Ragunan

*sapu sapu blog yang udah berdebu dan penuh sarang laba laba😛 *

 

Akhirnya nulis lagi!

Kangen juga sama si blog ini, yang udah lama nggak ditengokin gara2 sibuk uhummm… Eehh males update mungkin lebih tepatnya #nyengir malu#.

 

Sudah dua bulan terakhir ini hampir tidak punya wiken samsek karena harus kerja sabtu minggu baik itu di Jakarta ataupun business trip ke luar kota. Mulai dari beberapa event kantor di Jakarta lanjut Mataram, Medan, Bandung, Cirebon, terakhir kemarin ke Makassar dan minggu depan ke Semarang lagi #elap keringet seember#.

Yeaahh rite, udah kaya kerja di EO, tiap sabtu minggu jadi mama Toyib.

 

Ceritanya???

Banyaaaak sih benernya, cuma lagi matah matahin urat males dulu untuk mulai nulis cerita tentang bistrip2 ituh *yang yaahh… Meskipun judulnya bistrip tapi kalau masih ada sisa waktu, pasti dimanfaatkan untuk city sightseeing atau shopping* hihihi😀

 

Untungnya company masih kasih kesempatan untuk compensated day off, ambil cuti sebagai ganti saya kerja di wiken.

Sebagai working mom, udah pasti kadang ada perasaan bersalah karena kudu ninggalin anak lebih dari 10 jam sehari selama weekdays (belum termasuk kerja wikennya). Dan itu berarti sehari hari Suri cuma ditinggal di rumah berdua aja sama si embak (Lia). Klo pas wiken dan si bunda Toyib ini kudu kerja, ya mau gak mau mainnya lebih banyak ama ayahnya.

 

Sedih???

Pasti!!!

 

Tapi mau gimana lagi. Untuk sekarang pekerjaan ini memang yang menjadi pilihan saya. Baik buruknya ya itu konsekuensi dari sebuah pilihan hidup kan. Dengan harapan ke depannya ada masa depan yang lebih baik.

Toh saya kerja juga tujuannya  baik kan, untuk bantu2 Ayah supaya asap dapur bisa ngebul dan selain untuk aktualisasi diri *yeaaahh rite…intip isi dompet hihihi*.

 

Nggak munafik, kadang saya juga menikmati saat saat bistrip itu, karena akhirnya wawasan jadi bertambah, entah itu yang terkait dengan pekerjaan ataupun referansi tempat wisata dan kuliner di kota2 yang pernah saya kunjungi. Apalagi kalau ingat quote ini : Life is like a book. If you don’t travel, then you only read one page.

 

Untuk menebus waktu saya yang hilang disaat harus bekerja saat wiken, biasanya saya akan manfaatkan compensated day off itu untuk main main dan bonding sama Suri. Dan compensated day terakhir, saya ajak Suri ke Ragunan.

 

Sebenernya sudah lama pengen ke Ragunan. Saya pindah ke Jakarta tahun 2008, punya KTP DKI tahun 2009, tapi belum pernah ke Ragunan. Tiap ngajak ayah ke sana, responnya paling cuma, ” nggak ah, ntar disana rame, males uyel uyelan kalau pengunjungnya banyak….”. Hehehe…😛

 

Mulai kepikiran pengen ke Ragunan pas minggu lalu lagi goler goler di kasur sebelum tidur, bercanda sama Ayah dan Suri. Pas itu ayah lagi pakai kaos gambar gajah Thailand, lah sama Suri kaos itu dipegang2 sambil dielus elus trus dia bilang : kudaaa…kudaaa….

Lah da laahh… Piye to nduk, gajah kok dibilang kuda hihihi😀

 

Padahal ya pas bulan Maret kemarin kami ke Taman Safari, Suri dan ayah sempat naik gajah. Lalu kami menginap di salah satu hotel di puncak, Taman Piknik, saya juga sempat ajak Suri naik kuda. Supaya Suri juga kenal langsung sama binatang binatang, nggak cuma dari flash card atau gambar aja.

 

Pas Suri nunjuk kaos gambar gajah itu sambil bilang kuda, reaksi saya dan ayahnya sih ketawa aja sambil bilang, “Bukan kuda, ini gajah….”

Tapi spontan aja saya nyeletuk, “Waduh, Yah… Kayaknya Suri harus diajak liat gajah beneran lagi nih, supaya inget gajah itu yang mana hehehe…”😀

Ayah sih cuma he eh aja sambil ketawa.

Tapi kalau dipikir mau ke Taman Safari lagi kok ya males bermacet macet ria di sepanjang jalanan Puncak ituh.

 

Yasudlah, akhirnya kepikiran liat gajahnya di bonbin ajah. Dan yang paling masuk akal tentu saja ke Ragunan.

 

Akhirnya pas kemarin dapat compensated day, saya ajak Suri dan Lia ke Ragunan. Ayah nggak ikut karena kan hari kerja. Karena nggak yakin gimana cara kesananya, akhirnya bbm-an ama Tita, yang minggu sebelumnya ngajakin Alzam ke Ragunan. Begitu info sudah didapat, mantap lah capcus ke Ragunan.

 

Berangkat dari Tebet jam 1/2 9 pagi, macetnya masih tolerable lah, sampai di Ragunan sekitar jam 1/2 10. Parkiran sudah lumayan ramai, mungkin karena pas liburan sekolah juga. Bayar retribusi parkir 6.500 rupiah. Beli karcis masuk di loket cuma 4000 rupiah, beli dua saja untuk saya dan Lia, karena Suri masih umur 2 tahun jadi gratis. Yeeeaaayy… #penyuka gratisan#

 

Bayangan saya karena ini musim liburan, pasti dalam Ragunan pasti rame dan umpel umpelan. Eehh… Ternyata nggak juga loh. Ya memang banyak pengunjung hari itu, tapi karena Ragunan areanya luas, jadinya nggak berasa padat.

 

Binatang pertama yang kami temui adalah burung Pelikan. Saat kami tiba di depan kolam Pelikan, bertepatan dengan jam makan. Sehingga saat petugas datang membawa ember berisi ikan dan melemparkan isinya ke arah kolam, ramai sekali burung burung itu berebutan. Suri excited banget lihat burung burung besar yang suaranya riuh rendah dan bergerombol di tepi kolam.

 

Setelah melihat burung Pelikan, kami berjalan menuju ke area kereta yang bisa dinaiki bila kita ingin berkeliling kebun binatang. Cukup membeli karcis seharga 6.500 saja per orang, dan lagi lagi kami cukup membeli 2 karcis saja karena Suri masih dihitung gratis hehehe🙂

 

Kereta itu membawa kami berkeliling kebun binatang (yang rasanya kalau dikelilingi dengan berjalan kaki sudah pasti bikin gemfor hahaha…). Ada area kandang gajah, area kandang harimau dan binatang mirip embek (kambing) or something lah ( gak kelihatan papan namanya hehehe…), area kandang ular, burung dan lain lain.

Sayangnya tampak beberapa kandang dan binatang penghuninya kurang begitu terawat. Kasian juga sih lihatnya. Dan sebenarnya apabila di saat kita berkeliling dengan kereta ada pemandu yang bisa menceritakan tentang hewan hewan tersebut, tentu akan lebih menarik lagi. Yeaahh… Bayar tiket masuk cuma 4000 kok mintanya macem macem ;p

Eh tapi yaa… Kalau seandainya tiket masuk dan harga karcis kereta keliling ini dinaikkan demi biaya perawatan binatang binatang itu, saya rela kok. Dan saya rasa sebagian besar orang yang pernah melihat kondisi binatang di Ragunan dan membandingkan dengan Taman Safari, mungkin akan berpendapat sama dengan saya ya *ayoo… Angkat tangan yang setuju*

 

Turun dari kereta, saya mengajak Suri untuk ke arena permainan di dekat loket tempat penjualan karcis kereta. Untuk mobil mobilan ini, cukup beli koin seharga 4000 untuk satu kali naik. Agak agak memprihatinkan juga sih kondisi permainannya, karena kurang terawat dan berdebu *keluarin tisu basah, elap elap tempat duduk dan pegangan mainan*

Tapi ya gak papa lah, dinikmatin aja, kan niatannya ke sini pengen seneng seneng kok sama Suri🙂

 

Sekali naik mobil dan sekali naik kuda kudaan, udah aja, karena Suri juga kayanya nggak terlalu suka.

 

Keluar dari arena permainan kami berjalan jalan lagi, kali ini menuju ke kandang gajah.

Naaahhh… Ini nih kesempatan untuk menunjukkan gajah beneran lagi ke Suri hehehe.. And as usual, kalau lihat binatang pasti seneng banget si bocah kecil ini.

Ditunjuk tunjuk sambil teriak “gajah…gajah…gajah…”

Good girl… Besok besok kalau lihat gajah lagi, jangan dibilang kuda ya hehehe…😀

Pas lagi liatin gajah gajah di kandang, eh ada satu dong yang tiba tiba pup dan pee di depan kita. Sambil nyengir saya bilang ke Suri, ” eh, gajahnya pup tuh.. Bau yaaa…”

Yang langsung dibales, ” hiiii… Bau… Bau…”

Dan kabur lah kami dari kandang gajah karena bau hahaha…

 

Selesai ngintip gajah pup, kami lanjut ke kandang rusa. Rusanya sih nggak begitu banyak, tapi jinak jinak. Begitu kami mendekat ke arah pagar pembatas, rusanya langsung ikut nyamperin juga.

Di depan kandang rusa, ada penjual wortel yang lewat. Saya belikan wortel 2000 rupiah, dapat 8 biji. Wortel itu langsung diambil oleh Suri untuk diberikan ke rusa.

Nggak ada takutnya ya si bocah kecil ini, mau dielus elus aja rusanya sambil dia kasih makan wortel. Giliran si Lia yang parno, narik narikin tangannya Suri, kuatir jarinya ikut digigit juga sama rusa karena dikira wortel hehehehe😛

 

Wortelnya habis, Suri masih kekeuh aja nggak mau pindah pindah meskipun tampangnya sudah mulai kelihatan lemes. Gara gara sarapan paginya cuma sedikit nih kayanya. Akhirnya kami bujuk bujuk jalan ke tempat lain baru mau.

Sambil jalan kami melihat beberapa penjual boneka dan mainan yang menggelar dagangan di bawah pohon. Lihat ada boneka gajah yang lucu, akhirnya saya beli satu untuk Suri. 20 ribu rupiah saja, gak pake nawar, karena nggak tega lihat penjualnya sudah kakek kakek.

 

Sambil peluk pelukin si boneka gajah, Suri lanjut jalan  lagi. Tapi kok kayanya makin lemes dan nggak semangat (meskipun sudah diganjel pakai susu Ultra cokelat favoritnya).

Akhirnya karena jam sudah menunjukkan 1/2 12 akhirnya saya putuskan untuk mencari makan siang sajalah.

 

Sambil gendong Suri ke parkiran, yang ya amplop kok berasa jauh ya… *ya eyalah… Sambil gendong bocah inih* sambil mikir, kenapa tadi nggak bawa stroler aja yah…

Haha… Dudul banget, ingetnya kok ya sesudah mau balik begini😛

 

Keluar dari Ragunan, kami menuju ke Pejaten, mampir ke kantor ayah dulu. Si ayah yang lagi kerja langsung kami culik untuk ikut maksi hihihi. Nggak jauh jauh, makan Rice Bowl aja di Pejaten Village. Dan Alhamdulillah, Suri abis nasi goreng lumayan banyak, mungkin karena capek jalan kaki🙂

Selesai makan, anterin ayah balik ke kantor, lalu kami lanjut pulang ke rumah. Sampai di rumah Suri bobo pules les les *ditemenin si emak pastinya* sampai 2 jam lebih.

 

Compensated day off yang menyenangkan.

Should do this more often😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s