jalan jalan · nyam nyam · Suri

Hari Sabtu di Anyer

Sudah 2 minggu ini The Prahasto menjalani wiken tanpa ke mall…kemajuan kan hahaha😆

2 minggu lalu diving sama ayah + komunitas Jejak Kaki di akuariumnya Seaworld (ceritanya menyusul, nunggu foto foto narsis yang lebih keren dipajang di multiplynya JK😀 ).

Naahhh… hari Sabtu kemarin, akhirnya kesampaian juga ngajak Suri main ke pantai. Nggak…bukan ke Bali kok. Belum kesampaian kesana…muga muga tahun depan yaahh….*ngarep…semoga kerjaan kantor nggak menggila seperti 3 bulan terakhir dan yang pasti semoga rejekinya kami lancar tahun depan… mari berdoa…. amiiinnnn…..hehehe*

Sabtu pagi nan berawan dan bikin males pengennya balik molor lagi di kasur , sesudah mandi dan sarapan, kami berangkat jam 8.  Dari Tebet masuk tol dalam kota ke arah Kebun Jeruk, lanjut ke Cikupa dan terus ambil jurusan Merak. Untungnya di jalan cuaca mulai tampak mencerah *aduuh bahasaku kok begini*. Perjalanan lancar banget, mungkin karena masih pagi, jadinya Kebun Jeruk- pintu tol Cilegon Timur ditempuh dalam waktu nggak sampai 2 jam. Sepanjang jalan juga Suri tenang karena tidur dengan pules di dalam mobil.

Berasa nostalgia aja lewat jalan tol Kebun Jeruk-Cilegon Timur ini. Karena tahun 2007, sesudah lulus kuliah, saya pernah bekerja di salah satu klinik 24 jam di kota Cilegon (dan sempat nyambi di klinik di Serang juga waktu itu), sementara ayah bekerja di Jakarta. Waktu itu kami masih pacaran. Jadinya setiap 2 minggu sekali, kalau nggak ayah yang main ke Cilegon, ya saya yang nyamperin ke Jakarta, biasanya dipasin ama kegiatan seminar atau training di Jakarta🙂. Dan itu berlangsung selama 7 bulan, sebelum saya pindah ke Sulawesi Tenggara karena menjalankan tugas PTT. Jadi sepanjang jalan kenangan gitu ceritanya hehehe🙂

Keluar dari pintu tol Cilegon Timur, sesudah melewati pangkalan ojek di kiri jalan, kami ketemu lampu merah, dan bisa  belok kanan masuk ke kota Cilegon dan melewati kawasan industri Krakatau Steel untuk menuju ke Anyer. Tapi karena di depan lampu merah perempatan itu ada petunjuk jalan ke arah Anyer (dan seinget saya, jalan itu baru mulai dikerjakan tahun 2008), kami memutuskan untuk mencoba jalan baru itu.

Daaann…. ternyata mencoba jalan baru itu bener bener tantangan ya maaakk! Karena jalan baru itu ternyata hanya sebagian kecil yang sudah diaspal, itupun juga banyak yang rusak karena terkena beban truk dan kendaraan besar yang menuju kawasan industri atau ke Merak. Sisanya ya jalanan semi permanen dari tanah dengan banyak lubang di tengah jalan. Off Road nih ceritanya. Tapi *sekali lagi* meskipun dengan kondisi mobil tergoncang goncang ternyata Suri masih tetep tidur dengan nyenyak…huehehe..jempol deh… soalnya kalau nggak tidur, kuatirnya protes karena lewat jalan ini.

 

Meskipun jalanannya berdebu dan banyak lubang, tapi pemandangannya lumayan menghibur lah. Sawah dan kebun masih ada di sela sela rumah penduduk di kiri dan kanan jalan. Jadi nggak nyesel nyesel amat udah milih jalan ini.

Sesudah sampai di Jalan Raya Anyer, sesudah melewati beberapa areal pabrik, jalanan mulai mulus lagi. Sambil lihat ke kanan dan kiri, tampak hotel, cottage dan rumah makan seafood bertebaran di sepanjang pantai. Sampai akhirnya kami memutuskan untuk berhenti di salah satu sudut pantai yang cukup teduh.

Begitu mobil berhenti, Suri langsung bangun, tau aja kalau sudah sampai🙂

 

Turun dari mobil, langsung senyum senyum lihat air laut dan pengen turun jalan sendiri ke pantai. Seneng banget jalan jalan lihat pemandangan pantai.

Begitu ketemu air laut…ehhh…langsung duduk aja di atas pasir nungguin ombak yang datang. Giliran saya dan Lia yang heboh narik narik supaya badannya nggak kelelep air pasang hehehe.. Seruuuu😀

Si ayah nggak langsung ikut nyebur ke pantai. Karena pagi cuma sarapan buryam dan akhirnya kelaperan, melipirlah dia cari penjual pop mie dan kelapa muda hahaha…

Sesudah ayah kenyang makan pop mie di atas bale bale, ternyata Surinya penasaran sama kelapa muda dan akhirnya icip icip sedikit. Selesai nyobain air kelapa muda, main pasir dan air lagi daaannn… tentu saja..foto narsis!

Pantainya lumayan tenang dan bersih. Ombaknya juga nggak besar, jadi enak banget buat duduk duduk sambil main di situ. Apalagi kalau disambi makan kelapa muda hehehe.

Kami di pantai itu cuma sekitar 1 jam, karena memang sudah hampir jam 1 siang dan perut udah teriak teriak minta diisi. Jadi sesudah gantiin bajunya Suri, kami langsung meluncur cari tempat makan siang. Next time pengen coba nginep di sini aahh🙂 Lumayan buat liburan sejenak, melepaskan jenuh dari macetnya Jakarta, lagipula jarak tempuhnya juga cuma 2 jam lebih dari Jakarta.

Untuk mengisi perut, kami memutuskan untuk balik arah dan makan siang di restoran seafood, Warung Elbe. Sebenernya sih nggak tau juga mau makan dimana, cuma saya dan ayah gambling ajah, pokoknya kalau rumah makan di luarnya banyak mobil parkir, biasanya enak. Tebak tebak buah manggis sih benernya hahaha.

Sesudah mendapatkan tempat duduk di salah satu saung, mulailah kami memesan makanan. Dan Suri yang nggak sabar karena laper, akhirnya naik ke atas meja hihihi.. Untuk sementara diganjel dulu deh perutnya pakai pisang🙂

Menu makan di Elbe tentu saja mayoritas adalah hidangan laut. Karena bertepatan dengan jam makan siang, dan lumayan banyak pengunjung, jadinya pesanan kami agak lama diantar ke saung. Tapi nggak masalah juga sih, karena sambil menunggu kami bisa main main di area playground untuk anak anak. Ada ayunan, jungkat jungkit dan perosotan yang meskipun nggak terlalu bersih, tapi lumayan menghibur lah.

Selain itu juga ada beberapa penjual keliling yang masuk untuk menawarkan dagangan seperti otak otak, emping dan ikan asin.  

Sambil menunggu pesanan kami datang, bisa pesan otak otak ikan yang gemuk gemuk dengan harga 5 ribu perbijinya. Untuk menu ikan bakarnya berkisar di harga 55 hingga 75 ribu untuk ukuran 5 ons, udang bakar 60ribuan, cumi bakar 32ribuan, sambel 5 ribuan secobek kecil dan tumis sayur mulai 10ribuan. *harga yang lainnya nggak apal ya😛 *

Untuk rasa sih lumayan enyaakk, kecuali tumis kangkungnya aja sih yang rada kebanyakan merica.

Selesai makan kenyang, kami melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta dengan melalui kawasan industri dan lewat dalam kota Cilegon *gak mau lewat jalan yang tadi lagi*. Sempat melewati tempat kerja saya dulu dan melihat kalau sudah ada banyak perubahan, setidaknya dari interior luarnya yang dicat dengan warna lebih cerah dan papan nama segede bagong hehehe🙂

Dan begitu masuk jalan tol, Suri langsung tidur lagi dan baru bangun sesudah hampir dekat Kebun Jeruk.

 

Alhamdulillah, meskipun cuma setengah hari tapi hari Sabtu ini sangat menyenangkan. Kapan kapan mau ke Anyer lagi deh, tapi nginep yaaa *colekcolek ayah🙂 *

 

4 thoughts on “Hari Sabtu di Anyer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s