jalan jalan · office event

Phuket 4 Training (part2)

Hari kedua di Phuket saya bangun jam 5 dan sesudah cuci muka-gosok gigi-ganti baju jam ½ 6 langsung turun ke pantai. Novotel ini memang lokasinya tepat di depan pantai, tapi konturnya yang berada di area yang berbukit, sehingga dari kamar saya menuju ke pantai harus menuruni beberapa anak tangga (dan baliknya naik tangga lagi, lumayan bikin gempor hehehe😛 ).

Turun ke pantainya sendirian ajah, karena teman2 saya yang lain masih asik tidur nyenyak di balik selimut😀 Kalau saya sih emang prinsipnya nggak mau rugi, udah jauh jauh ke sini, masak cuma ngerem di dalam kamar aja sih🙂

Dan menikmati pagi di pantai itu emang menyenangkan ya, secara saya emang paling doyan kalau liburan ke pantai. Pengunjung pantai juga masih sedikit, baru satu dua orang yang joging dan jalan santai. Suasananya tenang dan kondisi pantai masih bersih. Lepas sepatu crocs dan jalan nyeker di pantai yang tenang gini bener bener rileks banget. Bikin jejak jejak kaki di atas pasir trus mainan ombak. Apalagi anginnya juga nggak terlalu kencang dan aroma lautnya masih seger.Juara banget deh pokoknya😀

Di sepanjang pantai ini tampak lapak lapak persewaan kursi untuk berjemur dan tenda tempat massage. Ada juga persewaan banana boat dan jet ski  dengan range harga berkisar dari 1000- 1500 bath per ½  jamnya.

Saya jalan di pantai sampai jam 7 pagi. Sesudah lapak lapak kecil yang menyewakan kursi berjemur mulai dibuka, dan pengunjung mulai bertambah banyak, saya balik lagi ke hotel. Sambil jalan balik ke hotel saya melewati Travel agent yang bersebelahan dengan Apotik dan Family Mart. Travel agent ini menyediakan beberapa paket wisata seperti misalnya tur ke Phi Phi dan Maya Island. Pengen banget deh lanjut kesana, apadaya nggak bisa extend karena minggu depannya masih kudu kasih materi training di Sentul huhuhu… Haish, muga muga next time yak bisa kemari lagi, tapi dalam rangka liburan, bukan kerja😆

Mampir sebentar ke Seven Eleven di pertigaan jalan arah ke hotel  buat beli snack dan sempat tergoda pengen beli bakpaonya. Upps… tapi ternyata isinya daging B2. Yahh gak jadi deh😛

Kalau lihat seven eleven di sini mah, kecil bener (nyaris kusem) dan rada nggak lengkap. Beda kaya seven eleven yang banyak bertebaran di tikungan jalan di Jakarta, yang keren, lega dan jadi tempat nongkrongnya para abegeh sambil ngemil nachos, Big Bite dan slurpee😀

Balik ke kamar hotel, si Yuri baru bangun. Dan sesudah mandi kami sarapan di Ruen Thong Resto Novotel. View dari balkonnya lumayan keren. Bisa langsung keliatan 3 kolam renang dan pantai dari balkon resto ini.

 

Kalau untuk menu makanan sih, menurut saya rasanya biasa banget. Omelet, kentang goreng, sosis, beef bacon dan salad. Nasi gorengnya juga plain macem kurang bumbu. Yang agak istimewa mungkin clear soup dengan vermicellinya ( gak tau apa namanya, pokoknya nanya yang mana yang nggak ada porknya ke waiternya dan ditunjukin beberapa itu).

Selesai sarapan udah jam ½ 9 dan kami segera menuju ruang miting di Siam Conference Center. Ketemu delegasi dari negara lain dan mulai training dari jam 9 sampai menjelang magrib. Di sela sela acara training ini, baru saya tahu, dari cerita teman teman tuan rumah dari Thailand kalau kondisi banjir di Bangkok ternyata parah bener. Sudah menelan ratusan korban jiwa dan sebagian besar penduduk Bangkok mengungsi. Bahkan salah satu delegasi Tahiland bercerita kalau dia sudah hampir 2 bulan ngungsi ke rumah ortunya di luar kota Bangkok karena rumahnya terendam banjir😦 . Haduhh..haduhh…jadi prihatin *dan harap harap cemas muga muga banjir 5 tahunan di Jakarta nggak bakalan terulang dengan keparahan macem itu *

Selesai training, balik ke kamar untuk mandi dan ngumpul bareng lagi di Ruen Thong Resto untuk dinner. Masakannya ya masakan Thailand yang  mayoritas pedes dan kecut gitu deh, nggak perlu saya bahas karena nggak cocok ama selera lidah saya dan teman teman lain dari Indonesia. Jadi tiba tiba kepengen makan nasi uduk, ayam panggang dan tempe goreng…loohhh…😛 * kumat lidah ndesonya*

Yang penting duduk manis sama sama untuk menghormati tuan rumah aja deh.

Ternyata malam ini bertepatan dengan perayaan Festival Loy Krathong, sehingga dari balkon resto ini kami bisa melihat di kejauhan cahaya dari lampion yang diterbangkan ke langit dan samar samar cahaya lilin dari sesaji yang dihanyutkan di pantai. Lampion yang dilepaskan di kejauhan  saking banyaknya sampai terlihat seperti kunang kunang yang beterbangan di langit.

Festival Loy Krathong ini dilaksanakan setiap bulan purnama pada bulan ke 12 menurut penanggalan tradisional Thailand.  Loy berarti menghanyutkan dan Krathong berarti sesaji dari daun pisang yang dibentuk  menyerupai bunga teratai. Sesaji ini biasanya terdiri dari sebuah lilin, yang dikelilingi 3 buah dupa, bunga dan diselipkan koin di antaranya.Sesaji ini kemudian dihanyutkan ke air yang mengalir seperti sungai atau laut dengan pengharapan untuk membuang segala bentuk kesulitan dan mendapatkan berkah dari dewa sungai.

Karena penasaran pengen lihat gimana meriahnya acara ini, akhirnya sesudah dinner saya memutuskan untuk berjalan jalan ke pantai dengan teman teman dari Korea. Lahh.. teman teman yang dari Indonesia ngapain? Heyaaakkk… teman teman saya yang manis manis ini lebih memilih untuk kembali ke kamar sajah… heemmm… yo weslah. 

Dan di pantai ternyata meriah bener loh. Sepanjang jalan selain para penjual makanan di gerobak dorong, banyak juga yang menggelar sesaji untuk dijual. Sasaji ini bentuknya ternyata bervariasi, dijual dengan harga 50 hingga 100 bath perbuahnya, untuk kemudian dinyalakan lilinnya dan dihanyutkan ke pantai.

 

Tampak juga beberapa warga lokal dan juga wisatawan asing yang membeli dan mencoba untuk menerbangkan lampion di pantai. Karena anginnya cukup kencang, nggak semuanya bisa berhasil terbang. Bahkan ada juga  yang terbakar habis sebelum sempat melayang di udara.

Sesudah puas melihat lihat keramaian di panatai, saya kembali ke hotel, setelah jam 10 malam lebih. Diskusi sebentar dengan teman teman Indo di kamar untuk persiapan training besoknya sampai hampir jam ½ 12 malam trus tidur deh sampai pagi.

Hari selanjutnya lanjut training lagi sampai sore. Training hari kedua ini masih di tempat yang sama.

Cuma sampai jam 4 aja sih trainingnya, jadi begitu dinyatakan selesai, say gudbaii sama panitia dan teman teman dari negara lain, langsung mandi dan lanjut jalan ke pantai hehehehe…

 

Calvin dan dr Anna stay di pantai untuk lihat sunset. Sementara saya, Yuri dan Laura lanjut jalan menyusuri pantai hingga ke Jungceylon Mall (lagi) karena pengen lanjut cari oleh oleh lagi (dan nemenin Yuri yang ngidam pengen beli sepatu hahaha).

Sembari jalan, karena kehabisan uang Bath saya memutuskan untuk ambil duit aja di ATM disana yang ada logo Visanya (sesuai yang tertera di kartu ATM bank mandisendiri saya) Ternyata lumayan juga chargenya, sebesar 150 bath sekali ambil duit😦 Jadi mungkin  kalau niat mau blanja blenji lebih baik nukerin duit agal lebih kali ya dari Indoensia, biar nggak rugi begini hehehe *pelit*

Di jalanan menuju Jungceylon ini banyak toko toko suvenir yang unik unik dan bisa ditawar. Cuma kudu pinter juga nawarnya karena kadang penjualnya pasang harganya bisa sampe 3x lipat. Selain itu juga banyak cafe, resto maupun kios kios travel agent yang nawarin paket ke Phi Phi Island, Maya dan Phuket Fantasea. Spa dan Massage Room nggak terhitung deh banyaknya, di sepanjang jalan tepi pantai itu. Jadi buat yang udah pegel dan kram jalan bisa mampir buat dipijet🙂

Lanjut cari oleh oleh lagi di Jungceylon Mall sambil makan malam juga. Ketemu foodcourt di lower ground mall ini dan saya pilih kwetiau kuah campur bakso ikan *setidaknya itu yang dibilang sama penjualnya yah*  seharga 80 bath per mangkuk.

Saya sih nggak ngerti pasti dari menu yang pakai tulisan keriting keriting Thailand itu komposisinya apa, pokoknya bilang sama yang jual “no pork laahhh “ dan si ibu penjualnya cuma nyengir sambil bilang “ this is fish ball”. Okelah.. saya percaya secara sesudah dirasain, memang berasa bakso ikan😛

Puas shopping sampai bangkrut😛 akhirnya jam ½ 10 malam kami bertiga memutuskan untuk kembali ke hotel, jalan kaki lagi. Dari arah mall menuju ke hotel kami melewati Bangla Road, yang bisa dibilang Red Districtnya Phuket. Sepanjang jalan isinya cafe dan bar, dan beberapa diantaranya menyajikan live entertainment langsung di depan mata. Mulai dari perempuan tulen sampai lady boys dengan kostum yang kurang bahan, joget joget di atas meja bar dengan musik kenceng yang dalam jangka panjang potensial menyebabkan tuli….*halaaahh bahasanya😛 *

Buat yang pengen liburan  ngajak anak di bawah umur, saya sih nggak menyarankan untuk lewat jalan ini! Please jangan deh, kecuali pengen anaknya jadi dewasa sebelum waktunya dengan melihat pemandangan yang model gitu. Yang bikin saya geleng geleng kepala, banyak juga bule bule yang lewat dengan bawa anaknya yang masih digendong dan santai aja foto foto di depan live show gratisan itu…ckckckckck…  Beda kulturnya yeee…. Saya, Yuri dan Laura cuma geleng geleng kepala aja lihat para ladyboys yang… ya ampuuuun maakk …cantik dan mulus bener bikin minder yang perempuan asli😀

Jalan ke hotel karena angin sudah makin kenceng, jadinya kami jalan cepet cepet dan nggak sampai 15 menit sudah sampai. Masuk kamar dan mulai kebingungan gimana caranya masukin oleh oleh ke dalam koper. Dan akhirnya beranak deh kopernya hahahaha😀

Paginya saya sempetin jalan ke pantai sebentar sebelum mandi, sarapan dan check out dari hotel. Perjalanan pulang sama sih kaya berangkatnya. Dari Novotel pesen taksi ke airport 500 bath biayanya. Flightnya dari Phuket ke Changi dengan Silk Air lagi *dan menolak waktu ditawarin makanan ama pramugarinya karena nggak mau bau kari lagi*. Sampai Changi mampir ngemil burger dan beli coklat.

Di penerbangan dari Changi ke Jakarta dengan SQ karena boleh milih compliment wine, akhirnya sesudah makan nyobain red winenya *bandel* dan ternyata lumayan enak, meskipun nggak berani nyobain banyak. Yang lebih enak lagi sih sebenernya cocktail pesenannya Calvin yang berupa campuran Singapore sling ama pineapple juice. Cicip cicip dikit gak papa ya hehehe… Maskipun akhirnya Calvin yang abisin semua wine sama cocktailnya, dan sukses turun dari pesawat dengan kepala puyeng *maap ya teman*.

Begitulah…. sekian laporan liburan training plus jalan jalan gratisan kami. Semoga besok besok dikirim training sambil jalan jalan gratisan lagi ya *ngarep*

…eehh..ehhh… tapi jangan lupa ya tu bikin Report Kegiatan ke ibu bos… masih ditungguin tumpukan kerjaan yang lain tuh *nyengir kuda *

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s